Sunday, June 05, 2005

Mimpi-mimpi

Jakarta, 5 Juni 2005

Dua malam yang lalu saya mimpi. Kemarin malam juga. Dua-duanya mimpi yang aneh, tapi menyenangkan.

Dua malam yang lalu, saya mimpi ketemu sama seorang teman lama. Dia teman satu sekolah di SD dan SMP. Saya memanggilnya Diah. Saya terakhir ketemu Diah bulan Januari lalu setelah tak berjumpa sejak lulus SMP. Mimpi saya yang ada Diah di dalamnya tidak terlalu jelas. Yang bisa saya ingat cuma bahwa hatinya terluka dan saya ada di sana untuk menghiburnya. Dalam mimpi itu, saya ingat duduk di sampingnya sementara dia berbaring di pangkuan saya. Saya mengucapkan kata-kata yang menenangkan sambil membelai rambutnya yang panjang. Saya tidak yakin apa status saya dalam mimpi itu, tapi rasanya kami berpacaran.
Yang paling teringat dengan jelas dari mimpi itu adalah perasaan saat menghibur Diah sembari membelai rambutnya. Perasaan itu tidak saya kenali namun sangat menyenangkan. Perasaan ingin melindungi, menyayangi seseorang atau apapun itu, entahlah. Yang jelas saya ingin merasakannya di kehidupan nyata, bukan hanya dalam mimpi.

Mimpi saya kemarin malam tentang seorang teman kuliah. Saya memanggilnya Ka. Dalam mimpi itu, saya, Ka dan beberapa kawan lain sedang berjalan-jalan ke mal. Kami mengunjungi banyak tempat. Namun ada beberapa tempat yang ternyata sangat menjijikkan dan menjengkelkan sehingga kami pergi dari mal itu. Sekeluarnya kami dari mal itu, saya menyadari bahwa tinggal saya dan Ka yang masih bersama-sama. Yang lain entah pergi ke mana. Kami pun berjalan berdua dan saya merangkul bahu Ka. Ka tidak menunjukkan penolakan, malah seingat saya dia merasa senang. Saya berada di sisi kanan Ka, dan tiba-tiba saya mencium pipinya. Saya mencium Ka sementara dia masih dalam rangkulan saya.
Sama seperti mimpi sebelumnya, ada gelombang perasaan yang indah, muncul dan terus bertahan dalam memori hingga akhirnya saya terbangun. Bahkan hingga saat ini, saya masih bisa mengingat betapa perasaan itu menguncang batin.

Nampaknya alam bawah sadar saya benar-benar merindukan seorang kekasih hati.

1 comment:

Anonymous said...

kikiy:jujur bener K' salut dech